#Cerita006

Udah beberapa Minggu bahkan bulan kali ya aku nggak ngebloging. Ada rasa rindu juga meskipun sebenarnya aku nggak suka nulis hehe 😁

Tapi aplikasi satu ini bisa jadi temen curhat sekaligus mengasah bakat ku juga. Dalam m menata bahasa, dan juga menata hati eak😷

Ketidak sukaan ku jadikan sebagai sesuatu hal yang harus paling banyak dilakukan, sebab yang tak disukai itu bisa saja bersifat baik untuk diri sendiri.

Kenapa aku bisa bilang begitu, sebenarnya ini kata kata mutiara dari salah satu ulama “jika kamu punya cita-cita raihlah, , bersabar lah dengan apa yang kamu benci”

Intinya begitu, rada lupa*😭

Jadi kita mengharuskan diri lah ya istilahnya, bersabar dengan kondisi aku nih misalnya, belajar atau kuliah jauh dari orang tua, dan itu tidak mengenakkan banget, yang dulunya apa-apa orang tua, sekarang harus bisa jadi mandiri.

Suka duka pasti ada, tapi kembali lagi, aku punya cita-cita yang besar, dan untuk mewujudkan nya harus dibarengi dengan usaha dan ikhtiar yang tak kecil juga.

Intinya kita harus banyak-banyak bersabar ya gaess😁 dalam apapun kondisi kita, sedang baik, sedang tidak baik, atau pura-pura baik 😌😷

Cukup sekian cerita-cerita kali ini

Sedikit dari Ita, semoga banyak bermanfaat πŸ€—

Sampai ketemu lagi πŸ€—

Cerita #005

Tentu dialah yang lebih paham akan diriku sebenarnya.

Tentu dialah yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk ku.

Namun terkadang hati ini “berontak” ingin memilih jalan tersendiri untuk menjalani hidup.

Sampai lupa bahwa Dia adalah pencipta sekaligus pengatur kehidupan.

Terkadang aku berfikir, aku sangat ingin sekali dapat memilih itu, dan melakukan hal itu.

Memiliki orang yang belum tentu Allah ridhoi, belum tentu Allah tuliskan untuk ku.

Tapi aku sadar bahwa itu hal yang sangat siaΒ² jika berkepanjangan terjadi dan mendarah daging serta terlalu berharap.

Aku di berikan rasa cinta.

Aku diberikan rasa sayang.

Melainkan tidak untuk diaplikasikan dengan cara yang telah Ia haromkan.

Cerita #004

Kenapa aku harus sendiri??

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul lagi.

Coba saja dia dulu mau mengikuti apa yang aku suruh, mungkin sekarang aku ga bakal sendirian.

Amarah itu tiba-tiba muncul lagi.

….

Perasaan demikian mungkin datang disaat iman lagi turun. Tetapi bukan menjadi alasan untuk kita harus kembali ke masa lalu.

Hal itu wajar hanya saja jika kita tidak terlalu larut dalam kesedihan. Coba fikir kenikmatan apa yang telah Allah kasih saat kamu berusaha menutup satu pintu kemaksiatan itu? Banyak bukan, bahkan kamu takkan mampu menghitung nya, setiap detik Allah beri kenikmatan itu kepadamu.

Bukankah dengan tidak di kabulkan permintaan mu dulu Allah telah menolongmu.

Menolong mu dari melakukan kemaksiatan yang dulu pernah dilakukan.

Dan seharusnya kamu bersyukur, kamu tidak melakukan dosa itu lagi. Bukan mengeluh seperti ini.

Jika kamu mengeluh saat tak ada orang yang menemanimu, lantas Allah kamu anggap apa?

Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang πŸ–€

Cerita #003

Halal Bihalal dengan teman taat ku

Lebaran kali ini sungguh berbeda dengan sebelumnya, apalagi diundang untuk hadir dalam acara Halalbihalal yang Masya Allah menggetar kan hati sekali.

Terkejut melihat orang orang yang menurut ku asing, sebab hanya dalam waktu tertentu saja kita berjumpa, tapi asyik, mereka sangat ramah, murah senyum, dan cantik 😘

Seneng banget pokonya πŸ–€

Cerita #002

Baru kali ini ngerasain sakit banget. Saat yang lain pada reunian dan aku cuma bisa mantau dari layar henpon.

Tapi, kalo dipikir-pikir menurut ku itu pilihan yang bijak, daripada Dateng cuma ketawa ketiwi, lepas kangen dengan yang bukan mahram, sesi foto bersama de El el.

Karena kalo yang namanya reuni semua pada Dateng, dan kita ga bisa tuh milih mana yang harus Dateng dan mana nggak.

Tapi kita bisa ngontrol diri untuk menghindar dari perkara demikian, dengan cara ‘ya gak dateng’.

Pernah juga ditawarin Bukber bareng Mantan, Yahh kalo itu mah dah Wajib ditinggalin. Bukannya Bukber Malah jadi Baperrr. Astaghfirullah πŸ˜•

Awal awal hijrah mungkin masih mau diajak BukBer karena pemahaman nya masih sangat mentah.

Dan sekarang setelah 1 tahun lamanya harus ada perubahan dong… Jangan hanya stand by di zona nyaman yang tak diridhoi Allah itu.

Tak mudah memang benar, tapi disitulah letak pahala sesungguhnya. Jika kita mampu mengendalikan ya Alhamdulillah, tapi jika kita ikut terwarnai Nauzubillah.

Sebab, perkara kita hanya sama Allah, Allah bakal nanyak tentang amalan kita, bukan tentang amalan orang lain.

Yaaaaa intinya cerita kali ini sedikit Baper lah yahh, dengan adanya fenomena bulan ramadhan yang biasanya diajak Untuk BukBer (Buka Bersama).

Cerita #001

Masih bingung cara makek nya gimana, dari tadi muter muter terus ga nemuin titik terang nya. Kegalauan yang hakiki nih mah 😧

(aku) Type orang yang susah move on dari sesuatu yang aku anggap menarik, memaki sulit dan gak tau sebenarnya tetep aja kekeh dilakuin meskinya ending nya juga gagal Huaa 😫

Meskipun mata udah 5 Watt tetep aja kekeh merhatiin layar Sampek bener bener ga kuat atau Sampek baterai low baru bisa di stpoin, parah banget.

Salah satu perilaku yang buruk menurut ku, dan wajib untuk ditinggalin, tapi susah Huaa 😫

– blogita

Ingin

Ku ingin surga, tapi kenyataannya tak seperti itu. Mungkin benar menginginkan surga tapi hanya dibibir saja, tidak diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Inginku surga, namun kadang suka lalai dalam menjalankan apa yang Allah suruh, dan tanpa disuruh melakukan yang Allah larang.

Inginku surga, tapi usaha ku masih gitu gitu aja, tidak ada perubahan yang signifikan. Malah makin asik dengan aktivitas sekarang.

Inginku surga, tapi ibadahku sering kali terburu-buru, doaku juga tak tentu.

Inginku surga, amalku tak banyak, kadang terbuang dengan kemaksiatan.

Apa benar aku menginginkan surga??

Masa itu…

Dimana pada masa itu banyak keburukan yang tak jarang bahkan sering dilakukan. Jika mengingat pada 2 tahun silam dibandingkan dengan sekarang hampir jauh berbeda 180 derajat.

Tapi entah kenapa rasa itu tiba-tiba datang seakan akan mengajak untuk meninggalkan keputusan yang sekarang aku ambil, dan menyuruhku untuk berhenti berjuang.

Jika rasa itu datang yang ku bisa ingat hanya satu, Dosa masa lalu, aku berfikir bagaimana jika dosa itu tidak diampuni sama Allah, dan aku berfikir bagaimana jika aku kembali menghadap nya tanpa bekal amal sedikit pun.

Terkadang penyesalan juga hadir seakan akan mencambuk ku pada saat itu, rasanya sangat sakit, yang bisa ku lakukan hanya berdoa, dan mengharapkan ampunan dari Allah SWT.

Sampang, 28 Mei 2019

Saadaar

Allah SWT tidak menciptakan kita hanya untuk bersenang atau berbuat semau kita, ada tujuan dan misi yang harus kita lakukan, dengan cara menaati apa yang Allah suruh dan meninggalkan apa yang Allah larang.

Dulu… Tak tau apa tujuan hidup yang sebenarnya, mengira bahwa hidup ya gini gini aja, ternyata ada yang lebih daripada hidup seperti itu.

Islam Kaffah… kata itu baru kutemui setelah masuk kuliah semester dua, aku mengetahui nya setelah aku ngaji bersama mereka yang kusebut sahabat taatku.

Masuklah kalian pada Islam secara Kaffah. Itu artinya kita harus bener bener Islam secara totalitas atau keseluruhan. Bukan hanya dalam ranah ibadah saja kita manut Tapi juga dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebab semuanya telah Allah Atur. Allah bukan hanya sebagai Al Kholiq tetapi juga sebagai Al mudabbir yaitu maha pengatur. Pengatur segalanya, dalam berpakaian, dalam bergaul Antara laki-laki dan perempuan, dalam keluarga (birrul Walidain), pokoknya semua yang ada didunia ini Allah yang ngatur.

Mengapa demikian, karena Allah yang paling berkuasa atas diri kita, Allah yang paling tau apa yang kita butuhkan, Allah paling mengerti apa yang terbaik buat kita.

Sampang, 21 Mei 2019

Halqo Jantung Dakwah

Sebab untuk memenuhinya diperlukan pemahaman yang luas dan kuat. Karena hanya semata-mata mengharap ridho Allah.

Tidak mudah untuk datang disetiap minggunya dan menyimak setiap pembahasan mengenai materi didalamnya. Karena disini lah kita dituntun untuk segera memenuhi apa yang telah Allah suruh dan segera menjauhi apa yang Allah larang.

Kurang lebihnya seperti itu menurut saya pribadi.

Dikatakan jantung dakwah karena dalam proses perhalaqoan ini ada pesan tersendiri bagi dirinya ataupun orang lain.

Ada beberapa yang keluar, ada juga yang menetap, berharap semuanya hanya karena Allah.

Kalau bukan Allah yang dijadikan tolak ukur lantas siapa lagi. Sebab Allah lah yang paling berkuasa atas diri ini. Allah yang paling tau dan mengerti apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Kita disuruh taat sama Allah melainkan hanya demi kebaikan kita sendiri, agar tidak mendapatkan siksa di akhirat kelak. Begitu baiknya Allah, tapi kita kadang tak peduli dan tidak mau peduli kepada diri kita sendiri. Astaghfirullah πŸ˜•

Kuatkan iman dan tetap istiqamah dalam meraih ridho Allah. Fastabiqul Khoirot